Benarkah Kandungan Daging Kambing Berbahaya Bagi Kesehatan?

benarkah kandungan daging kambing berbahaya bagi kesehatan
Benarkah Kandungan Daging Kambing Berbahaya Bagi Kesehatan?

Selama ini daging kambing terlanjur menjadi tertuduh dalam berbagai kasus penyakit seperti kolesterol tinggi, jantung, stroke hingga penyakit lain macam hypertensi dan asam urat. Apakah benar demikian? Benarkah dalam kandungan daging kambing terdapat zat-zat yang membahayakan kesehatan tubuh?

Berdasar data dari USDA dan IPB Indonesia, ternyata muncul fakta yang muncul berbeda dari beberapa tuduhan yang terlanjur menyebar dan menjadi stigma. Dipastikan bahwa kandungan lemak jenuh dan kolesterol dari daging kambing mentah jauh lebih kecil dari kandungan lemak jenuh dan kolesterol daging sapi mentah.

Berdasar data dari USDA, dari 1 ons daging hanya terdapat 0,8 gram lemak jenuh alias hanya 50 % dari total lemak jenuh pada daging sapi. Selain itu daging kambing justru mengandung 30 % iron atau zat besi lebih tinggi dari daging sapi, sekitar 18 gram per 1 ons daging kambing.

Kelebihan lain adalah kadar protein dari daging kambing yang cukup tinggi. Terdapat setidaknya 30 gram protein dalam 1 ons daging. Hanya saja sifat protein dalam daging kambing lebih padat. Itu sebabnya sering Anda menemukan daging kambing lebih sulit lembut dari pada daging sapi.

Pada kondisi daging kambing masak dengan tekstur masih padat, maka mau tidak mau kerja pencernaan menjadi lebih berat. Inilah yang membuat rasa panas yang muncul pada perut pasca menikmati sajian daging kambing.

Hanya saja pada mereka dengan masalah pencernaan dan masalah pembuangan, maka kerja berat ini membuat kinerja organ menurun. Akibatnya kandungan Natrium dalam daging yang tergolong tinggi tidak berhasil terolah dan terbuang dengan baik oleh tubuh. Penimbungan natrium inilah yang memicu kenaikan tekanan darah.

Tetapi bila Anda memasak daging kambing dengan tepat dengan mengolahnya sehingga tekstur daging lebih lembut rasanya persoalan protein ini tidak lagi perlu Anda khawatirkan. Karena dengan melunakan daging artinya Anda juga sudah memecah kepadatan protein, sehingga meringankan kerja organ pencernaan dan pembuangan.

Jadi, tampaknya selama ini daging kambing tak lebih dari “kambing hitam” atas beragam penyakit di kalangan masyarakat dewasa ini. Dengan kandungan daging kambing seperti uraian di atas, tampaknya semua tuduhan lama tadi tidak selamanya benar kan?

(sumber gambar : pondokibu.com)

4 Manfaat Daging Kambing Dibalik Bahaya yang Melekat

4 manfaat daging kambing dibalik bahaya yang melekat
4 Manfaat Daging Kambing Dibalik Bahaya yang Melekat

Ada stigma yang terlanjur melekat pada daging kambing, sebagai makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Stigma ini memang tidak sepenuhnya salah mengingat tidak sedikit kasus penyakit yang berkaitan dengan kolesterol dan tekanan darah setelah pasien mengkonsumsi daging kambing.

Padahal masih ada banyak manfaat daging kambing yang bisa Anda dapatkan dengan mengkonsumsinya, terutama dalam porsi yang wajar. Tidak hanya kambing, apa saja yang Anda konsumsi berlebihan memang beresiko kan?

Nah buat Anda yang jadi ragu untuk menyantap sate kambing yang terkenal lazis itu, cuma karena terlanjur termakan stigma tadi, coba Anda baca dulu beberapa manfaat daging kambing berikut ini.

  1. Mengatasi anemia dan hypotensi
    Daging kambing memang terkenal berbahaya untuk menderita hypertensi, karena daging kambing memiliki kandungan ion tinggi terutama Natrium dan Zat Besi. Tetapi justru keduanya sangat baik untuk Anda penderita Anemia dan Hypotensi.
  2. Memperbaiki kadar ion
    Beberapa orang mengalami masalah dengan keseimbangan ion dalam tubuh. Meski bukan nutrisi dasar, tetapi ketidak seimbangan ini bisa mengganggu konsentrasi, daya tahan tubuh hingga bahkan kesadaran seseorang. Tingginya beberapa jenis mineral dalam daging kambing ternyata baik bagi mereka dengan masalah keseimbangan ion.
  3. Meningkatkan vitalitas
    Kandungan zat besi dan protein dalam daging kambing memberi manfaat lebih sebagai peningkat vitalitas. Efek rasa panas yang timbul pasca menikmati seporsi sajian daging kambing berasal dari sifat protein yang lebih berat serta padat dan ini diyakini mampu mengatrol kebugaran tubuh. Efek ini juga berkaitan dengan manfaat daging kambing sebagai obat anemia dan hypotensi.
  4. Menekan rasa lapar
    Kelebihan lain dari daging kambing adalah teksur protein dalam daging yang lebih padat. Sifatnya ini membantu Anda lebih cepat kenyang. Jadi sebenarnya justru bisa menjadi salah satu ide alternatif sajian menu diet Anda, selama dalam porsi wajar sesekali menu sup atau sate kambing bisa menjadi pilihan dari pada seporsi steak daging sapi yang lebih berat. Selain itu sebenarnya kandungan lemak jenuh dalam kambing justru lebih rendah dari daging sapi, jadi justru lebih aman untuk diet.

Itu tadi beberapa manfaat daging kambing layak menjadi pertimbangan Anda untuk berhenti menghindari daging kambing sebagai menu pilihan Anda. Selama Anda sehat, kenapa tidak? Bahkan mereka dengan hypertensi saja masih boleh kok mengkonsumsi daging kambing dalam porsi terbatas.

(sumber gambar : yangdeeda.blogspot.com)