4 Manfaat Daging Kambing Dibalik Bahaya yang Melekat

4 manfaat daging kambing dibalik bahaya yang melekat
4 Manfaat Daging Kambing Dibalik Bahaya yang Melekat

Ada stigma yang terlanjur melekat pada daging kambing, sebagai makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Stigma ini memang tidak sepenuhnya salah mengingat tidak sedikit kasus penyakit yang berkaitan dengan kolesterol dan tekanan darah setelah pasien mengkonsumsi daging kambing.

Padahal masih ada banyak manfaat daging kambing yang bisa Anda dapatkan dengan mengkonsumsinya, terutama dalam porsi yang wajar. Tidak hanya kambing, apa saja yang Anda konsumsi berlebihan memang beresiko kan?

Nah buat Anda yang jadi ragu untuk menyantap sate kambing yang terkenal lazis itu, cuma karena terlanjur termakan stigma tadi, coba Anda baca dulu beberapa manfaat daging kambing berikut ini.

  1. Mengatasi anemia dan hypotensi
    Daging kambing memang terkenal berbahaya untuk menderita hypertensi, karena daging kambing memiliki kandungan ion tinggi terutama Natrium dan Zat Besi. Tetapi justru keduanya sangat baik untuk Anda penderita Anemia dan Hypotensi.
  2. Memperbaiki kadar ion
    Beberapa orang mengalami masalah dengan keseimbangan ion dalam tubuh. Meski bukan nutrisi dasar, tetapi ketidak seimbangan ini bisa mengganggu konsentrasi, daya tahan tubuh hingga bahkan kesadaran seseorang. Tingginya beberapa jenis mineral dalam daging kambing ternyata baik bagi mereka dengan masalah keseimbangan ion.
  3. Meningkatkan vitalitas
    Kandungan zat besi dan protein dalam daging kambing memberi manfaat lebih sebagai peningkat vitalitas. Efek rasa panas yang timbul pasca menikmati seporsi sajian daging kambing berasal dari sifat protein yang lebih berat serta padat dan ini diyakini mampu mengatrol kebugaran tubuh. Efek ini juga berkaitan dengan manfaat daging kambing sebagai obat anemia dan hypotensi.
  4. Menekan rasa lapar
    Kelebihan lain dari daging kambing adalah teksur protein dalam daging yang lebih padat. Sifatnya ini membantu Anda lebih cepat kenyang. Jadi sebenarnya justru bisa menjadi salah satu ide alternatif sajian menu diet Anda, selama dalam porsi wajar sesekali menu sup atau sate kambing bisa menjadi pilihan dari pada seporsi steak daging sapi yang lebih berat. Selain itu sebenarnya kandungan lemak jenuh dalam kambing justru lebih rendah dari daging sapi, jadi justru lebih aman untuk diet.

Itu tadi beberapa manfaat daging kambing layak menjadi pertimbangan Anda untuk berhenti menghindari daging kambing sebagai menu pilihan Anda. Selama Anda sehat, kenapa tidak? Bahkan mereka dengan hypertensi saja masih boleh kok mengkonsumsi daging kambing dalam porsi terbatas.

(sumber gambar : yangdeeda.blogspot.com)

Daging Kambing Punya Kolesterol Rendah. Benarkah?

daging kambing kolesterol
Daging Kambing Kolesterol Rendah, Benarkah?

Mitos bahwa daging kambing tidak baik untuk kesehatan banyak digaungkan oleh banyak orang. Hal ini pasti membuat khawatir bagi Anda para penyuka masakan dari kambing untuk mengkonsumsinya dalam jumlah yang banyak.

Kekhawatiran banyak orang tentang kandungan lemak dan kolesterol pada daging kambing, beberapa tahun terakhir ini dibantah oleh para peneliti. Mitos tersebut hanyalah omong kosong tanpa dilandasi dengan ilmu yang benar.

Anda tahu? Daging kambing, justru memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi ataupun domba, jika dibandingkan dalam kadar dan bentuk yang sama. Menurut sumber A Procedings Nutrition Society of Australia, didapatkan data bahwa kandungan lemak rata-rata pada kambing adalah 20%, sedangkan pada sapi adalah 25 %. Angka lemak pada domba justru paling tinggi, yaitu 30%.

Pemilihan kambing muda, akan lebih baik dibandingkan kambing dewasa, dimana kadar lemaknya lebih rendah dibandingkan kambing dewasa. Namun daging kambing muda inilah yang sangat nikmat jika diolah menjadi sebuah masakan terutama jika Anda buat menjadi suguhan sate. Sungguh maknyus sekali.

Dan satu lagi yang akan membuat Anda para pecinta kambing gembira. Tidak hanya data lemak yang termuat dalam prosiding tersebut, di dalamnya juga membahas tentang kadar kolesterol dari daging kambing yang hanya 5-39mg/100 gr, dan sapi adalah sebesar 42-78 mg/100 gr. Ini jelas membuktikan bahwa, pada komposisi, berat, bentuk sampel yang sama, ternyata daging kambing rendah kolesterol dibanding daging sapi.

Tidak hanya dinyatakan daging kambing rendah kolesterol, daging kambing juga mengandung beberapa vitamin dan mineral, terutama pada daging kambing muda yang berusia di bawah satu tahun. Kandungan di dalamnya meliputi zat besi, seng, protein, dan vitamin B12.

Dengan kandungan energi yang tinggi yang tersimpan dalam daging kambing menjadikan daging kambing berkhasiat untuk meningkatkan stamina. Telah banyak pengalaman empiris, seseorang yang baru saja mengkonsumsi daging kambing muncul energi baru dan merasa bergairah. Telah banyak yang membuktikan hal ini.

Benarkah daging kambing rendah kolesterol ? Ya… pertanyaan itu kini terjawab sudah. Bagi Anda pencinta olahan daging kambing tentu hal ini akan menyingkirkan keragu-raguan Anda untuk mengkonsumsinya. Namun, dalam mengkonsumsi daging kambing tetaplah harus bijak dalam arti tidak berlebihan, karena rasa panas yang berlebihan bisa menimbulkan pusing di kepala. Selamat berpesta daging kambing.

(sumber gambar : rabbitvillage.blogspot.com)